Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Aku Mengeluh, melenguh

Aku mengeluh, melenguh

Pada titik-titik dosa yang kulalui dengan kehampaan dan pembenaran

Seolah Tuhan tidak menyaksikan tiap baris langkah yang kutorehkan


Aku mengeluh, melenguh

Pada genangan goresan luka yang kusayatkan

Pada pohon-pohon perdu yang berdiam berharap


Aku mengeluh, melenguh

Pada sosok ‘aku’ yang tertawa riang

Sementara matanya nanar tak bergerak

Dipenuhi gelembung lahar pecah berhamburan


Aku mengeluh, melenguh

Pada kediaman diri akan gumpalan hitam yang meraja

Seolah tak memberi pagar atas batas nyata, maya, baik, buruk


Aku mengeluh, melenguh

Pada hampa akan dunia yang menggoreskan cerita

Aku ada dalam gelimang pedih yang tak bertepi

Merasa sendiri dalam jenuh yang tak terperi,

Meringkih berlari, meratapi diri


Aku mengeluh, melenguh

Di hari dimana harusnya senyum penuh canda

Tawa penuh riang, tangis bersama bahagia

Rindu bersama rima bertahta dalam jingga

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

DIA MELAMARKU

Dua kali bertandang ke rumah, tak kusangka dia menebar pesona
Sengaja atau tidak, orang tua jatuh cinta padanya
Terganggu atau tidak, otak kanan kiriku ikut pusing memikirkan dia

Kata Abah "Kapan dia datang lagi?"
Kata Mama "Sudah seperti anak sendiri dia memanggil mama"
Kataku... ternyata dia menghipnotis keluargaku

Dia mengajak bertemu ketiga kalinya
Senang atau tidak, hatiku berdebar kencang
Seolah ada yang akan terjadi di balik angka tiga
Aku berpikir keras dan tak menemukan jawab apa-apa
Hingga tepat harinya, dia bertandang lewat pintu tiga
Bersama seorang pria berstelan khas, rapi sangat
Ai... ai... apa akan berlaku sebentar lagi?

***

Kembang api meledak di hatiku, mungkin seperti itu atau seperti petasan tahun baru cina
Tak tahu harus bagaimana menggambarkan, angka tiga berarti demikian
Dia melamarku di bawah sinar bulan Purnama, dan aku tak dapat berkata apa-apa
Dia melamarku di antara gemericik hujan, dan aku hanya diam terpaku saja
Dia melamarku di saksikan Tiga orang penting dalam kehidupan, dan aku menunduk malu tak tahu harus bagaimana
Sudah pernah kubayangkan dia memintaku menjadi istrinya
Tapi bila seperi ini jalannya... aih... aih... bermimpi saja aku tak bisa

Dia melamarku, dan hatiku melompat girang
Semoga ini bukan mimpi belaka

(23 Mei 2010, telah di pubilkasikan di Facebook)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KANGEN

Aku tak ingin bermain kata terlalu lama, karena aku lelah
Aku juga tak ingin terus berdiam diri, takut waktuku tak cukup

Jadi dekatkan telingamu, dengar bisikku...
"Aku kangen kamu"
Senyum diwajahmu itu... apa itu sebuah jawaban akan rinduku?
Adakah itu jawaban kau pun kangen aku?
"Aku ingin memelukmu"
Entangan tanganmu membawaku dalam dekapmu
Rasanya tenang didalam dekapmu
Rasanya hangat dalam jiwaku karenamu
Biarkan waktuku yang tersisa kulalui dengan dekapanmu, dan jangan lepas dulu

Nanti... tunggu hingga saatnya ku pergi, baru kau boleh melepasku
Sekarang.. jangan dulu, biar kurasakan betapa hangat tubuhmu
Betapa harum aromamu

"Aku harus pergi"
Kau lepas pelukmu dengan senyum tetap menghiasi wajahmu
Wajah manis ini, apa akan selalu jadi milikku?
Perpisahan kini harus dijelang, tapi percayalah kita kan berjumpa lagi
Nanti... suatu waktu, melepas kangen lagi...
Didalam khayalmu, atau dalam khayalku

Kalau kau setuju, kita akan melepas kangen malam ini, di peraduan kasihku-mu

==============================================================

"Balikpapan, 15 Desember 2009
Telah dipublikasin di http://beranda-kasih.blogspot.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hanya Ingin di...

Abang sayang, mari duduk sini
Ada secangkir teh manis yang siap untuk kau teguk
Minumlah... dan untuk sejenak lupakan segala dilema
kau tersenyum, senyummu itu indah... aku suka
Aku hanya ingin dimengerti seperti aku mencoba mengertimu kini

Abang sayang, apa tehnya tak manis?
Sedari tadi satu tegukpun tak kau regukk
Cangkirpun tak kau sentuh
Adakah rasanya tak semanis biasa?
Adakah rasanya tak seenak buatan bunda?
maafkan aku, aku memang tak pandai meraciknya
Tapi tolonglah dimengerti, aku sedang belajar kini

Abang sayang, kenapa begini?
Teh tak kau sentuh gelas kau pecahkan
Kau kata tak sengaja, aku terima saja
Tapi kenapa tak ada kata maaf?
Bukan aku meminta kau meminta maaf
Tapi bukankah harusnya begitu?

Abang, teh itu tak salah bila tak manis
Tangan ini yang salah
Kau pun tak salah bila tak sengaja memecahkan
Tapi bisakah kau bicara
"Maaf, aku tak sengaja"
"Maaf, mari sini kubersihkan?"
"Maaf, bisakah kau buatkan satu lagi untukku?"

Aku akan tersenyum abang

Aku hanya ingin dihargai
Bukan sekedar ucapan terima kasih

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mencoba Bertahan

Aku sedang dalam dilema
Ketika kau temui aku berdiri di ambang pintu sambil tertunduk
Bukan... bukan tentangmu, tapi tentang kita

Aku sedang ingin sendiri
Tapi kau selalu mengelilingiku
Dan dari matamu dapat kulihat tak ingin kau meninggalkanku

Aku terus mencoba bertahan
Berharap apa yang kulakukan dapat menjadi senyum untuk kita
Berharap apa yang kuciptakan tak sekedar memberi tapi juga menerima
Aku bukan ingin imbalan jasa
Tapi aku ingin kita bertahan... terus hingga kita bisa meraihnya
Bersama

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS